Rabu, 23 Mei 2018

Moralitas Bangsa, Wujud Gagasan Nyata yang Bersinggungan dengan Hakikat Wawasan Kebangsaan Indonesia


Moralitas Bangsa, Wujud Gagasan Nyata yang Bersinggungan dengan Hakikat Wawasan Kebangsaan Indonesia

Makalah Individu
Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Dasar Umum Pendidikan Kewarganegaraan Indonesia
Dosen Pengampu : Dr. H.  Warlim Isya, M.Pd

Description: logo-upi-baru

Disusun oleh:
Frismayanti Fitrianingrum
1701157






DEPARTEMEN PENDIDIKAN SOSIOLOGI
FAKULTAS PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
 UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2018



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
      Dalam hakikat berkehidupan negara, segala sesuatu yang terjadi dalam ruang lingkup masyarakat tentunya selalu dicampuri dengan keadaan negara itu sendiri. Dengan kata lain, kontruksi sosial masyarakat tumbuh dan berkembang dalam sebuah lingkaran masyarakat dikarenakan adanya embrio aturan dan tatanan yang berlaku di negara tersebut dan disepakati untuk dipatuhi semua elemen masyarakat dalam melaksanakan segala hal di ruang kehidupan sehari-hari. Sejatinya, masyarakat tumbuh, berkembang, menetap dan menjalani kehidupan dipayungi dengan aturan yang berkaitan dengan negara. Hal tersebut akan memunculkan sikap dan watak yang sesuai dengan aturan yang disepakatiuntuk diikuti. Sikap dan watak ini jelas akan bersinggungan dengan informasi dan kekuatan hati akan keterikatan dengan negara dimana masyarakat menetap. Informasi yang diterima masyarakat mengenai bangsa dan negaranya tentu akan diterima dengan mempertimbangkan aspek sosial dan budaya yang ada. Kesadaran sebagai warga suatu negara menjadikan moralitas akan terkait dengan wawasan yang diketahui masyarakat suatu negara tersebut.
      Dalam hal ini, moralitas menjadi sorotan utama dan wawasan kebangsaan menjadi sorotan penunjang dalam substansi kali ini. Apakah moralitas bangsa disesuaikan dengan wawasan berkebangsaan yang dipahami dan dipegang sebagai pedoman berkehidupan oleh masyarakat Indonesia ataukah sebaliknya?
      Untuk itu, penulis tertarik dalam menggali lebih jauh mengenai moralitas bangsa Indonesia yang bisa saja linear dengan wawasan kebangsaan ataupun tidak. Melihat pada hal-hal krusial mengenai wawasan kebangsaan yang seharusnya dipahami secara keseluruhan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.


1.2  Rumusan Masalah
Rumusan masalah  dalam penyusunan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Bagaimana aspek yang berkaitan dengan moralitas bangsa berkenaan dengan wawasan kebangsaan Indonesia?
2.      Apakah moralitas sejalan dengan pedoman wawasan kebangsaan yang diketahui oleh masyarakat baik secara menyeluruh ataupun separuh dari hakikatnya?
3.      Apa pengaruh rasa nasionalis dan patriotisme dengan perkembangan moralitas bangsa?
4.      Bagaimana sejatinya pendidikan sosial budaya menjadi salahsatu faktor pendukung terbentuknya moralitas sesuai dengan keadaan bangsa dan negara?

1.3  Tujuan Penulisan
Tujuan dalam penyusunan dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Menjelaskan aspek-aspek yang bersinggungan dengan moralitas yang terlatarbelakangi oleh pemahaman masyarakat terhadap wawasan kebangsaan.
2.      Menjelaskan pola linear pemahaman wawasan kebangsaan dengan terbentuknya moralitas bangsa.
3.      Menjelaskan sikap nasionalis dan patriotis yang berpengaruh pada perkembangan moralitas bangsa.
4.      Menjelaskan peran dan fungsi pendidikan sosial budaya sebagai salah satu faktor pendukung terbentuknya moralitas yang relevan dengan keadaan bangsa dan negara.

1.4  Manfaat Penulisan
      Manfaat dari penulisan makalah ini adalah mengetahui moralitas bangsa Indonesia yang terlatarbelakangi oleh pedoman wawasan kebangsaan dan rasa nasionalis maupun patriotis yang tinggi, yang tergambar dalam terbentuknya hal-hal yang berada di masyarakat terlihat dengan kelinearan aspek tersebut dengan keadaan sosial-budaya.

BAB II
PEMBAHASAN

1.1  Moralitas Bangsa sebagai Hasil Pemahaman Wawasan Kebangsaan
            Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai sejarahnya.” tutur Soekarno yang seringkali kita dengar dan baca dalam berbagai media massa, media sosial dan kampanye-kampanye penyeruan semangat kebangsaan. Dari hal tersebut terlihat bahwasannya suatu bangsa dapat tercermin dari sisi bagaimana ia serta merta mengakui dan menjunjung tinggi sejarah yang terukir mengenai negara dan bangsanya. Sejarah bangsa, aspek sosial dan kebudayaan akan bersangkutan dengan hakikat wawasan kebangsaan Indonesia.
            Menurut Isya, W. D., & Pd, M. (2004) dalam bukunya yang berjudul Hakekat Wawasan Kebangsaan dijelaskan bahwa wawasan kebangsaan adalah cara pandang suatu bangsa terhadap prinsip-prinsip dasar kebangsaan yang menjadi ciri atau identitas kepribadian bangsa tersebut. Sehingga dengan berpedoman kepada cara pandang yang menjadi prinsip dasar kebangsanya itu, maka bangsa tersebut memiliki sikap dan jatidiri sesuai dengan nilai-nilai dasar yang dianutnya.
Dipaparkan pula oleh Hadi, O. H. (2009), sejatinya wawasan kebangsaan mengandung tuntutan suatu bangsa dalam mewujudkan jati diri dan juga pengembangan perilaku sebagai suatu bangsa yang meyakini nilai kebudayaannya yang lahir dan tumbuh sebagai wujud dari kepribadian bangsa.
Dalam konteks wawasan kebangsaan inilah terlahir moralitas bangsa. Moralitas bangsa sejatinya akan terbentuk oleh lingkungan sosial, agama, individu per individu maupun kelompok dan budaya. Moralitas tentu saja sebagai nilai-nilai kesusilaan, aturan dan juga sebagai gejala kejiwaan yang pengimplementasiannya berdasar pada bentuk perbuatan.
Moralitas bangsa Indonesia pastilah terbentuk dalam aspek-aspek pendidikan sosial budaya. Pendidikan sosial budaya terkerucut dalam wawasan kebangsaan yang menorehkan pelbagai sendi-sendi nyata perbuatan yang dilakukan masyarakat Indonesia sendiri.
Seperti yang kita ketahui dan sering kita dengar dari berbagai turis ataupun pemerintah negara lain, Indonesia disebut sebagai negara yang memiliki tingkat kesopan-santunan yang tinggi. Keramahtamahan masyarakatnya menjadi salahsatu identitas bangsa. Mengapa demikian? Merujuk pada buku Hakekat Wawasan Kebangsaan tersirat jelas moral suatu bangsa terpola sedemikian rupa oleh adanya wawasan nusantara. Masyarakat Indonesia menganalisis lingkungan sosialnya, budaya, letak geografis dan sejarah bangsa.
Dengan adanya identitas bangsa, sebenarnya sudah cukup kuat untuk mengatasi kemungkinan perpecahan timbul. Seperti yang kita ketahui bersama, Indonesia adalah negara kepulauan yang sangat kaya akan keragaman. Tentu saja, wawasan kebangsaan dan wawasan nusantara berperan penting dalam mewujudkan moralitas bangsa yang seharusnya; toleransi yang tinggi.
Maka, moralitas suatu bangsa itu sendiri sangat dominan kaitannya dengan aspek-aspek yang terkandung dalam hakikat wawasan kebangsaan. Sejalan linear, meskipun terdapat beberapa perubahan seperti masuknya teknologi dan modernisasi. Hal yang krusial dalam moralitas bangsa adalah bagaimana wawasan kebangsaan, wawasan nusantara dan pendidikan sosial budaya diajarkan dan disisipkan secara efektif dalam lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan berperan penting sebagai sosialisasi aktif pembangunan moral bangsa kepada generasi muda Indonesia.




1.2  Sikap Nasionalis dan Patriotis dalam Perkembangan Moralitas Bangsa
      Dalam hakikatnya seseorang yang lahir dan menetap di suatu tempat dengan kurun waktu yang cukup lama, akan meras terikat dan mempunyai rasa memiliki dengan tempat yang ia tinggali. Rasa keterikatan menghasilkan produk dalam diri yaitu berupa sikap nasionalis dan patriotis.
      Merujuk pada KBBI, nasionalisme yaitu pecinta nusa dan bangsa sendiri. Sikap nasionalis tentunya adalah buah karya dari wawasan kebangsaan yang melekat dlampikiran warga negara yang baik yang bisa mencerna hakikat wawasan kebangsaan dengan amat sangat bijak. Dikutip dari Maftuh, B. (2008) menjelaskan bahwa warga negara yang baik adalah warga negra yang merdeka, yang melibatkan diri dalam kegiatan belajar, memahami garis besar sejarah, cita-cita dan tujuan bernegara, dan produktif dan membangun diri bersama jaringan kerjanya menuju masyarakat belajar yang madani dan demokratik. Bila seluruh warga negara memiliki rasa nasionalis yang tinggi maka wawasan kebangsaan yang mereka miliki akan berdampak luas pada cara pandang dan cara hidup bernegara mereka. Integrasi nasional akan tercipta dengan sangat baik. Menurut Suroyo, A. M. D. (2002) mengatakan bahwa integrasi nasional adalah bersatunya suatu bangsa yang menempati wilayah tertentu dalam sebuah negara yang berdaulat. Tergeneralisasi bahwa wawasan kebangsaan menciptakan produk kehidupan sehari-hari yang sanat krusial. Moralitas, integrasi dan rasa nasionalis yang bisa berdampak pada keseluruhan jalinan hidup sebuah negara.
      Dalam perkembangan moralitas bangsa, sikap nasionalis dan patriotisme menjadi salah satu dasar kesepakatan masyarakat dalam membentuk sebuah kontruksi sosial yang menghasilkan pola-pola tingkah laku yang sesuai dengan wawasan kebangsaan yang dimiliki.
      Dilengkapi pula dalam buku Hakekat Wawasan Kebangsaan mengenai penjelasan bahwa masyarakat Indonesia adalah satu bangsa yang harus memiliki kehidupan serasi dengan tingkat kemajuan yang merata dan seimbang sesuai dengan kemajuan bangsa serta budaya bangsa Indonesia hakikatnya adalah satu kesatuan dengan corak ragam budaya yang menggambarkan kekayaan budaya bangsa. Dari penjelasan ini jelas tersirat bahwa wawasan nusantara menjadi objek penting dalam perkembangan moralitas bangsa itu sendiri. Penyesuaian nilai dan moralitas masyarakat menjadi suatu petunjuk dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

1.3  Pendidikan Sosial Budaya sebagai Faktor Pendukung Moralitas Bangsa
            Mengapa pendidikan sosial budaya menjadi suatu hal yang sangat berpengaruh dalam pembentukan moralitas bangsa? Dijelaskan oleh Umanailo, M. C. B., Sos, S., & Si, M. (2018) bahwa manusia pada dasarnya hidup sebagai makhluk budaya yang memiliki akal, budi dan daya untuk dapat membuahkan suatu gagasan dan hasil karya yang berupa seni, moral, hukum, kepercayaan yang terus dilakukan dan pada akhirnya membentuk suatu kebiasaan atau adat istiadat yang kemudian diakumulasikan dan ditransmisikan secara sosial atau kemasyarakatan. Hal ini bersinggungan dengan konsep manusia sebagai makhluk sosial yang berbudaya, beretika dan bersestetika. Bila dipaparkan lebih jelas dan mendalam, masyarakat yang merupakan gabungan dari lebih dari satu individu tentunya menjadi makhluk sosial dikarenakan hidup saling berdampingan dan saling membutuhkan. Dalam aspek beretika artinya masyarakat menilai bagaimana sesuatu dianggap baik atau buruk dan inilah yang menjadi cikal bakal moralitas bangsa. Keseluruhan ini bersangkutan dengan pendidikan sosial budaya dimana sosialisasi mengenai karakteristik sosial dan kajian budaya menjadi suatu hal yang krusial dalam pembangunan morlaitas bangsa.
            Yang seharusnya masyarakat mengerti dalam pendidikan sosial budaya adalah bahwa budaya yang dihasilkan karena hidup bersama itu adalah hal yang mendasar yang menjadikan masyyarakat berpola, teratur dan mempunyaiaturan nilai yang amat jelas.
Moralitas bangsa tidak akan pernah lepas dari apa yang terikat dalam adanya aspek kehidupan bernegara, berbangsa  yang menjadikan integritas nasional menjadi suatu paham yang harus dikenali secara menyeluruh.
BAB III
KESIMPULAN
            Dalam pemaparan di atas, terdapat hal-hal menarik yang menjadi bahasan utama yaitu bagaimana moralitas bangsa menjadi suatu hal yang didasari pada keadaan masyarakat sendiri. Baik dari segi cara pandang, sejarah bangsa, keadaan sosial-budaya, hingga timbulnya sikap nasionalis dan patriotisme.
Seluruhnya ditopang oleh kerangka pemikiran masyarakat yaitu wawasan kebangsaan yang mencakup segala aspek yang terbentuk dalam kehidupan bernegara yang kompleks.
Moralitas bangsa menjadi produk hasil wawasan kebangsaan karena sejatinya wawasan kebangsaan akan menimbulkan rasa kecintaan terhadap negara dimana kita lahir, tinggal dan menjalankan segala aktivitas kehidupan.
Wawasan kebangsaan menjadi sangat krusial karena didalam pembahasan tentu saja mencakup wawasan nusantara yang seperti kita ketahui Indonesia adalah negeri dengan pulau yang amat sangat banyak dan menghasilkan beribu-ribu kebudayaan.
Jadi, dalam pembangunan karakteristik bangsa dibutuhkan kajian mendalam dan sosialisasi wawasan kebangsaan yang sepatututnya diterima oleh masyarakat Indonesia agar nantinya integrasi nasionaldapat menjadi hal utama yang diprimerkan meskipun jaman telah berkembang dengan sangat pesat.




 



           

DAFTAR PUSTAKA

Hadi, O. H. (2009). Nation and Character Building Melalui Pemahaman Wawasan Kebangsaan. Direktorat Politik, Komunikasi, dan Informasi Bappenas.

Isya, W. D., & Pd, M. (2004). Hakekat Wawasan Kebangsaan.

Maftuh, B. (2008). Internalisasi nilai-nilai Pancasila dan nasionalisme melalui Pendidikan Kewarganegaraan. Jurnal Educationist2(2), 134-144.

Suroyo, A. M. D. (2002). Integrasi Nasional Dalam Perspektif Sejarah Indonesia: Sebuah Proses Yang Belum Selesai.

Umanailo, M. C. B., Sos, S., & Si, M. (2018). Ilmu Sosial Budaya Dasar. Open Science Framework. March17.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar