Moralitas Bangsa, Wujud Gagasan Nyata yang
Bersinggungan dengan Hakikat Wawasan Kebangsaan Indonesia
Makalah Individu
Disusun
Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Dasar Umum Pendidikan
Kewarganegaraan Indonesia
Dosen
Pengampu : Dr. H. Warlim Isya, M.Pd

Disusun oleh:
Frismayanti Fitrianingrum
|
1701157
|
DEPARTEMEN
PENDIDIKAN SOSIOLOGI
FAKULTAS
PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2018
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Dalam hakikat berkehidupan
negara, segala sesuatu yang terjadi dalam ruang lingkup masyarakat tentunya
selalu dicampuri dengan keadaan negara itu sendiri. Dengan kata lain, kontruksi
sosial masyarakat tumbuh dan berkembang dalam sebuah lingkaran masyarakat
dikarenakan adanya embrio aturan dan tatanan yang berlaku di negara tersebut
dan disepakati untuk dipatuhi semua elemen masyarakat dalam melaksanakan segala
hal di ruang kehidupan sehari-hari. Sejatinya, masyarakat tumbuh, berkembang,
menetap dan menjalani kehidupan dipayungi dengan aturan yang berkaitan dengan
negara. Hal tersebut akan memunculkan sikap dan watak yang sesuai dengan aturan
yang disepakatiuntuk diikuti. Sikap dan watak ini jelas akan bersinggungan
dengan informasi dan kekuatan hati akan keterikatan dengan negara dimana
masyarakat menetap. Informasi yang diterima masyarakat mengenai bangsa dan
negaranya tentu akan diterima dengan mempertimbangkan aspek sosial dan budaya
yang ada. Kesadaran sebagai warga suatu negara menjadikan moralitas akan
terkait dengan wawasan yang diketahui masyarakat suatu negara tersebut.
Dalam hal ini, moralitas
menjadi sorotan utama dan wawasan kebangsaan menjadi sorotan penunjang dalam
substansi kali ini. Apakah moralitas bangsa disesuaikan dengan wawasan
berkebangsaan yang dipahami dan dipegang sebagai pedoman berkehidupan oleh
masyarakat Indonesia ataukah sebaliknya?
Untuk itu, penulis tertarik
dalam menggali lebih jauh mengenai moralitas bangsa Indonesia yang bisa saja
linear dengan wawasan kebangsaan ataupun tidak. Melihat pada hal-hal krusial
mengenai wawasan kebangsaan yang seharusnya dipahami secara keseluruhan oleh
seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
1.2 Rumusan
Masalah
Rumusan masalah dalam penyusunan
makalah ini adalah sebagai berikut :
1.
Bagaimana
aspek yang berkaitan dengan moralitas bangsa berkenaan dengan wawasan
kebangsaan Indonesia?
2.
Apakah
moralitas sejalan dengan pedoman wawasan kebangsaan yang diketahui oleh
masyarakat baik secara menyeluruh ataupun separuh dari hakikatnya?
3.
Apa
pengaruh rasa nasionalis dan patriotisme dengan perkembangan moralitas bangsa?
4.
Bagaimana
sejatinya pendidikan sosial budaya menjadi salahsatu faktor pendukung
terbentuknya moralitas sesuai dengan keadaan bangsa dan negara?
1.3 Tujuan
Penulisan
Tujuan dalam penyusunan dalam makalah ini adalah sebagai berikut :
1.
Menjelaskan
aspek-aspek yang bersinggungan dengan moralitas yang terlatarbelakangi oleh
pemahaman masyarakat terhadap wawasan kebangsaan.
2.
Menjelaskan
pola linear pemahaman wawasan kebangsaan dengan terbentuknya moralitas bangsa.
3.
Menjelaskan
sikap nasionalis dan patriotis yang berpengaruh pada perkembangan moralitas
bangsa.
4.
Menjelaskan
peran dan fungsi pendidikan sosial budaya sebagai salah satu faktor pendukung
terbentuknya moralitas yang relevan dengan keadaan bangsa dan negara.
1.4 Manfaat
Penulisan
Manfaat dari penulisan makalah
ini adalah mengetahui moralitas bangsa Indonesia yang terlatarbelakangi oleh
pedoman wawasan kebangsaan dan rasa nasionalis maupun patriotis yang tinggi,
yang tergambar dalam terbentuknya hal-hal yang berada di masyarakat terlihat
dengan kelinearan aspek tersebut dengan keadaan sosial-budaya.
BAB II
PEMBAHASAN
1.1 Moralitas
Bangsa sebagai Hasil Pemahaman Wawasan Kebangsaan
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang
menghargai sejarahnya.” tutur Soekarno yang seringkali kita dengar dan baca
dalam berbagai media massa, media sosial dan kampanye-kampanye penyeruan semangat
kebangsaan. Dari hal tersebut terlihat bahwasannya suatu bangsa dapat tercermin
dari sisi bagaimana ia serta merta mengakui dan menjunjung tinggi sejarah yang
terukir mengenai negara dan bangsanya. Sejarah bangsa, aspek sosial dan
kebudayaan akan bersangkutan dengan hakikat wawasan kebangsaan Indonesia.
Menurut
Isya, W. D., & Pd, M.
(2004) dalam bukunya yang berjudul Hakekat
Wawasan Kebangsaan dijelaskan bahwa wawasan kebangsaan adalah cara pandang
suatu bangsa terhadap prinsip-prinsip dasar kebangsaan yang menjadi ciri atau
identitas kepribadian bangsa tersebut. Sehingga dengan berpedoman kepada cara
pandang yang menjadi prinsip dasar kebangsanya itu, maka bangsa tersebut
memiliki sikap dan jatidiri sesuai dengan nilai-nilai dasar yang dianutnya.
Dipaparkan pula oleh Hadi, O. H. (2009), sejatinya wawasan kebangsaan mengandung tuntutan
suatu bangsa dalam mewujudkan jati diri dan juga pengembangan perilaku sebagai
suatu bangsa yang meyakini nilai kebudayaannya yang lahir dan tumbuh sebagai
wujud dari kepribadian bangsa.
Dalam konteks wawasan kebangsaan inilah terlahir moralitas bangsa.
Moralitas bangsa sejatinya akan terbentuk oleh lingkungan sosial, agama,
individu per individu maupun kelompok dan budaya. Moralitas tentu saja sebagai
nilai-nilai kesusilaan, aturan dan juga sebagai gejala kejiwaan yang
pengimplementasiannya berdasar pada bentuk perbuatan.
Moralitas bangsa Indonesia pastilah terbentuk dalam aspek-aspek
pendidikan sosial budaya. Pendidikan sosial budaya terkerucut dalam wawasan
kebangsaan yang menorehkan pelbagai sendi-sendi nyata perbuatan yang dilakukan masyarakat
Indonesia sendiri.
Seperti yang kita ketahui dan sering kita dengar dari berbagai turis
ataupun pemerintah negara lain, Indonesia disebut sebagai negara yang memiliki
tingkat kesopan-santunan yang tinggi. Keramahtamahan masyarakatnya menjadi
salahsatu identitas bangsa. Mengapa demikian? Merujuk pada buku Hakekat Wawasan Kebangsaan tersirat jelas moral suatu bangsa terpola sedemikian
rupa oleh adanya wawasan nusantara. Masyarakat Indonesia menganalisis
lingkungan sosialnya, budaya, letak geografis dan sejarah bangsa.
Dengan adanya identitas bangsa, sebenarnya sudah cukup kuat untuk mengatasi
kemungkinan perpecahan timbul. Seperti yang kita ketahui bersama, Indonesia
adalah negara kepulauan yang sangat kaya akan keragaman. Tentu saja, wawasan
kebangsaan dan wawasan nusantara berperan penting dalam mewujudkan moralitas
bangsa yang seharusnya; toleransi yang tinggi.
Maka, moralitas suatu bangsa itu sendiri sangat dominan kaitannya dengan
aspek-aspek yang terkandung dalam hakikat wawasan kebangsaan. Sejalan linear,
meskipun terdapat beberapa perubahan seperti masuknya teknologi dan modernisasi. Hal yang krusial dalam
moralitas bangsa adalah bagaimana wawasan kebangsaan, wawasan nusantara dan
pendidikan sosial budaya diajarkan dan disisipkan secara efektif dalam lembaga
pendidikan. Lembaga pendidikan berperan penting sebagai sosialisasi aktif pembangunan
moral bangsa kepada generasi muda Indonesia.
1.2 Sikap Nasionalis dan Patriotis
dalam Perkembangan Moralitas Bangsa
Dalam hakikatnya seseorang yang lahir dan menetap di suatu
tempat dengan kurun waktu yang cukup lama, akan meras terikat dan mempunyai
rasa memiliki dengan tempat yang ia tinggali. Rasa keterikatan menghasilkan
produk dalam diri yaitu berupa sikap nasionalis dan patriotis.
Merujuk pada KBBI, nasionalisme yaitu pecinta nusa dan bangsa
sendiri. Sikap nasionalis tentunya adalah buah karya dari wawasan kebangsaan
yang melekat dlampikiran warga negara yang baik yang bisa mencerna hakikat
wawasan kebangsaan dengan amat sangat bijak. Dikutip dari Maftuh, B. (2008)
menjelaskan bahwa warga negara yang baik adalah warga negra yang merdeka, yang
melibatkan diri dalam kegiatan belajar, memahami garis besar sejarah, cita-cita
dan tujuan bernegara, dan produktif dan membangun diri bersama jaringan
kerjanya menuju masyarakat belajar yang madani dan demokratik. Bila seluruh
warga negara memiliki rasa nasionalis yang tinggi maka wawasan kebangsaan yang
mereka miliki akan berdampak luas pada cara pandang dan cara hidup bernegara
mereka. Integrasi nasional akan tercipta dengan sangat baik. Menurut Suroyo, A.
M. D. (2002) mengatakan bahwa integrasi nasional adalah bersatunya suatu bangsa
yang menempati wilayah tertentu dalam sebuah negara yang berdaulat.
Tergeneralisasi bahwa wawasan kebangsaan menciptakan produk kehidupan
sehari-hari yang sanat krusial. Moralitas, integrasi dan rasa nasionalis yang bisa
berdampak pada keseluruhan jalinan hidup sebuah negara.
Dalam perkembangan moralitas bangsa, sikap nasionalis dan
patriotisme menjadi salah satu dasar kesepakatan masyarakat dalam membentuk
sebuah kontruksi sosial yang menghasilkan pola-pola tingkah laku yang sesuai
dengan wawasan kebangsaan yang dimiliki.
Dilengkapi pula dalam buku Hakekat Wawasan Kebangsaan mengenai
penjelasan bahwa masyarakat Indonesia adalah satu bangsa yang harus memiliki
kehidupan serasi dengan tingkat kemajuan yang merata dan seimbang sesuai dengan
kemajuan bangsa serta budaya bangsa Indonesia hakikatnya adalah satu kesatuan
dengan corak ragam budaya yang menggambarkan kekayaan budaya bangsa. Dari
penjelasan ini jelas tersirat bahwa wawasan nusantara menjadi objek penting
dalam perkembangan moralitas bangsa itu sendiri. Penyesuaian nilai dan
moralitas masyarakat menjadi suatu petunjuk dalam pelaksanaan kehidupan
bermasyarakat dan bernegara.
1.3 Pendidikan Sosial Budaya
sebagai Faktor Pendukung Moralitas Bangsa
Mengapa pendidikan sosial
budaya menjadi suatu hal yang sangat berpengaruh dalam pembentukan moralitas
bangsa? Dijelaskan oleh Umanailo, M. C. B., Sos, S., & Si, M. (2018) bahwa manusia
pada dasarnya hidup sebagai makhluk budaya yang memiliki akal, budi dan daya
untuk dapat membuahkan suatu gagasan dan hasil karya yang berupa seni, moral,
hukum, kepercayaan yang terus dilakukan dan pada akhirnya membentuk suatu
kebiasaan atau adat istiadat yang kemudian diakumulasikan dan ditransmisikan
secara sosial atau kemasyarakatan. Hal ini bersinggungan dengan
konsep manusia sebagai makhluk sosial yang berbudaya, beretika dan
bersestetika. Bila dipaparkan lebih jelas dan mendalam, masyarakat yang
merupakan gabungan dari lebih dari satu individu tentunya menjadi makhluk
sosial dikarenakan hidup saling berdampingan dan saling membutuhkan. Dalam
aspek beretika artinya masyarakat menilai bagaimana sesuatu dianggap baik atau
buruk dan inilah yang menjadi cikal bakal moralitas bangsa. Keseluruhan ini
bersangkutan dengan pendidikan sosial budaya dimana sosialisasi mengenai
karakteristik sosial dan kajian budaya menjadi suatu hal yang krusial dalam
pembangunan morlaitas bangsa.
Yang seharusnya
masyarakat mengerti dalam pendidikan sosial budaya adalah bahwa budaya yang
dihasilkan karena hidup bersama itu adalah hal yang mendasar yang menjadikan
masyyarakat berpola, teratur dan mempunyaiaturan nilai yang amat jelas.
Moralitas bangsa tidak akan pernah lepas dari apa yang terikat dalam
adanya aspek kehidupan bernegara, berbangsa
yang menjadikan integritas nasional menjadi suatu paham yang harus
dikenali secara menyeluruh.
BAB III
KESIMPULAN
Dalam pemaparan di atas,
terdapat hal-hal menarik yang menjadi bahasan utama yaitu bagaimana moralitas
bangsa menjadi suatu hal yang didasari pada keadaan masyarakat sendiri. Baik
dari segi cara pandang, sejarah bangsa, keadaan sosial-budaya, hingga timbulnya
sikap nasionalis dan patriotisme.
Seluruhnya ditopang oleh kerangka pemikiran masyarakat yaitu wawasan
kebangsaan yang mencakup segala aspek yang terbentuk dalam kehidupan bernegara
yang kompleks.
Moralitas bangsa menjadi produk hasil wawasan kebangsaan karena
sejatinya wawasan kebangsaan akan menimbulkan rasa kecintaan terhadap negara
dimana kita lahir, tinggal dan menjalankan segala aktivitas kehidupan.
Wawasan kebangsaan menjadi sangat krusial karena didalam pembahasan
tentu saja mencakup wawasan nusantara yang seperti kita ketahui Indonesia
adalah negeri dengan pulau yang amat sangat banyak dan menghasilkan beribu-ribu
kebudayaan.
Jadi, dalam pembangunan karakteristik bangsa dibutuhkan kajian mendalam
dan sosialisasi wawasan kebangsaan yang sepatututnya diterima oleh masyarakat
Indonesia agar nantinya integrasi nasionaldapat menjadi hal utama yang
diprimerkan meskipun jaman telah berkembang dengan sangat pesat.
DAFTAR PUSTAKA
Hadi, O. H. (2009). Nation and Character
Building Melalui Pemahaman Wawasan Kebangsaan. Direktorat Politik,
Komunikasi, dan Informasi Bappenas.
Isya, W. D.,
& Pd, M. (2004). Hakekat Wawasan Kebangsaan.
Maftuh, B.
(2008). Internalisasi nilai-nilai Pancasila dan nasionalisme melalui Pendidikan
Kewarganegaraan. Jurnal Educationist, 2(2), 134-144.
Suroyo, A. M.
D. (2002). Integrasi Nasional Dalam Perspektif Sejarah Indonesia: Sebuah Proses
Yang Belum Selesai.
Umanailo, M.
C. B., Sos, S., & Si, M. (2018). Ilmu Sosial Budaya Dasar. Open
Science Framework. March, 17.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar